Demo Anti Hari Valentine Terjadi di Jepang, Boikot kapitalisme romantis

Demo Anti Hari Valentine di Jepang

Ternyata di Jepang pun terjadi beberapa pergerakan dari para penduduk asli Jepang yang menolak kehadiran hari valentine. Dengan seruan yang menitik beratkan kepada hancurkan kapitalisme romantis, kumpulan pemuda ini telah berdemo sepanjang jalan di sekitar Tokyo. Demo Anti Hari Valentine tersebut di prakarsai oleh perkumpulan yang bernama Kakumeiteki Himote Domei, atau jika diterjemahkan menjadi Revolutionary Alliance of Unpopular Men alias Aliansi Revolusioner Pria Tidak Populer.

demo anti hari valentine
demo anti hari valentine

Sejak hari rabu 9 Februari yang lalu, para pemuda ini melakukan demo di tengah musim dingin di Jepang. Demo yang merupakan long march yang dimulai dari daerah Shibuya ini memaksa para demonstran untuk berjalan di tengah dinginnya salju yang turun. Sedikit romantis namun semua itu demi memboikot Hari Valentine yang bagi mereka hanyalah cara bagi para kapitalis untuk mengeruk keuntungan lebih banyak lagi lewat jualan romantisme.

Berjalan di udara 0 derajat celcius pastinya sangatlah dingin, namun para demonstran terus melakukan aksinya.

demo anti hari valentine
demo anti hari valentine 2

Pawai Demo Anti Hari Valentine dimulai

Dengan para peserta demo yang semakin bersemangat, mereka memulai pawai protes mereka, lengkap dengan pengawalan polisi tentunya. Melalui jalan-jalan di pinggiran Shibuya teriakan seperti “Hancurkan Hari Valentine!” kerap terdengar lewat megafon pimpinan demonstran mereka, diikuti oleh para peserta pawai lainnya, yang juga termasuk seorang wanita didalamnya. Mereka pun mengulangi beberapa teriakan seperti “Hancurkan kapitalisme romantis!” Lanjutnya. “Jangan mau dikendalikan oleh konspirasi para pembuat permen!”

demo anti hari valentine 3
demo anti hari valentine 3

Usut punya usut ternyata Kakumeiteki Himote Domei ini merupakan group yang langganan dalam memprotes berbagai macam hal yang terjadi di publik selama ini. Seperti contoh protes terhadap penyelenggaraan Christmas Eve hingga white day. Salah satu hal yang mereka serukan termasuk tentang “jangan menilai orang dari jumlah coklat yang ia dapatkan pada hari valentine”. Sebuah hal yang kadang suka bikin kesenjangan sosial kalau dipikir-pikir. Well anyway Demo ataupun protest terhadap suatu hal itu tidak masalah, selama cara penyampaiannya benar dan tidak menggangu orang lain ya gaes.

Bagi kalian yang penasaran, bisa cek langsung videonya dibawah ini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *