Gacha Ampas, Gamer ini kirim surat ancaman ke karyawan Square Enix

Gacha Ampas Gamer kirim surat Ancaman

Tahun 2019 ini, pada 5 Februari yang lalu, perusahaan game developer ternama yang dikenal dengan franchise Final fantasynya mendapatkan surat ancaman berupa email. Perusahaan yang berbasis di Tokyo menerima email, dikirim ke alamat kontak untuk salah satu game yang diterbitkannya, yang berbunyi:

“Karyawan Square Enix! Besok aku akan membunuhmu. Cuci lehermu dan tunggu! “

Buat orang indonesia seperti kita,  Bagian terakhir itu mungkin tampak sedikit aneh, tetapi sebenarnya merupakan kiasan di Jepang, alias ancaman kematian dalam bahasa Jepang. Sang pengancam mengganggap dirinya adalah seorang samurai yang siap membalaskan dendam kesumatnya.

gacha ampas ancam square enix
gacha ampas ancam square enix

Penjelasan “wash your neck” adalah sebagai berikut, Jika Anda dibunuh oleh musuh, ada kemungkinan pembunuh Anda akan memenggal kepala Anda dan menyerahkannya kepada tuannya sebagai bukti kontribusinya di medan perang, dan bayangkan betapa memalukannya jika leher Anda kotor pada saat itu. Jadi jangan lupa untuk cuci lehermu, kurang lebih seperti itu.

Penyebabnya adalah Gacha yang terlalu ampas

Square Enix langsung memperketat keamanan kantornya dan menghubungi Kantor Polisi setempat. Polisi sejak itu mengumumkan bahwa investigasi mereka untuk kasus ini telah melakukan penangkapan terhadap seorang pria berusia 25 tahun yang tinggal di area kota Yoshinogawa di Prefektur Tokushima. Gamer yang sudah jadi tersangka tersebut telah ditahan pada 29 Maret, dan ia telah mengaku mengirim email.

Source : Ghosty’s Comic

Lantas, apa penyebab utama urusan email ancaman ini dengan Square Enix? setelah diusut oleh pihak yang berwenang, hal ini berawal dari Random Gacha Loot Box, yang merupakan hal yang sangat umum ada di seluruh game online. Pelaku mengatakan “Saya menggunakan lebih dari 200.000 yen [US $ 1.800] pada sebuah permainan, tetapi saya tidak mendapatkan barang yang saya inginkan,” katanya kepada penyelidik, “jadi saya mengirim email untuk membalas dendam.” Untunglah dia hanya menggertak saja dan tidak benar-benar melakukan tindakan balas dendam ke kantor square enix. Namun pihak berwajib tetap akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.

Fun fact : Hal ini bukanlah yang pertama yang terjadi pada game developer square enix, setidaknya sudah ada 30 email ancaman sejak september tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *