Main RPG sambil Liat Guide, Seorang Gamer Ibu-ibu Komplain anaknya

Seorang Gamer Ibu-ibu Komplain anaknya liat guide

Keseruan memainkan game RPG terletak pada banyak hal, beberapa diantaranya adalah ketika berhasil memecahkan sebuah misteri ataupun teka-teki / puzzle yang telah disiapkan oleh team developer didalam game. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi para gamer ketika berhasil memecahkannya. namun seiring berjalannya teknologi dan banyaknya konten kreator yang berfokus pada game, seolah-olah gamer mulai menjadi lembek dan mengandalkan orang lain untuk meyelesaikan game mereka. Setidaknya hal ini yang dirasakan oleh seorang gamer Jepang yang merupakan ibu-ibu ketika mendapati anaknya melihat video panduan untuk menamatkan game RPG mereka. Gamer Ibu-ibu komplain anaknya tidak memahami esensi dari game yang telah diciptakan oleh para game developer tersebut.

Gamer Ibu-ibu Komplain anaknya
Gamer Ibu-ibu Komplain anaknya

Jadi gamer jangan Lembek

Cuitan tersebut tercurahkan oleh akun  Rokutosei (@bCp1Lh7C7pWatx8 di Twitter)  yang  memiliki arti kurang lebih sebagai berikut ““Saya tidak bisa membiarkan anak-anak saya mencari panduan RPG di Internet. Suatu hari, saya kesal dan mengatakan kepada mereka, “Apakah kamu berbicara dengan semua orang di desa, seperti yang seharusnya?” Ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya, saya pernah mengucapkan kata-kata itu. ”

Selanjutnya sang ibu tersebut melanjutkan cuitanya di Twitter yang menceritakan rasa bahagia sang ibu ketika dulu ia berhasil menaklukan teka-teki didalam game dengan cara mencari tahu setiap detail informasi dari para NPC. Sebagai contoh ketika berbicara dengan NPC tertentu secara terus menerus, maka NPC tersebut akan memberikan sebuah informasi berharga.

Tanggapan Netizen di Twitter

Tentu saja pro dan kontra terjadi,  ada dua kubu di Twitter yang merespon terhadap cuitan tersebut. Banyak orang yang setuju tentang komplain sang ibu gamer terhadap anaknya yang memainkan game dengan melihat dari panduan. Namun ada juga yang menganggap hal tersebut adalah efek samping dari berkembangnya teknologi dan juga industri kreatif yang memberikan banyak kemudahan-kemudahan di dunia game.

Tapi jika dilihat lagi, game-game saat ini dirasa tidak begitu cocok jika harus menggunakan metode-metode lama. Karena biasanya game modern memiliki banyak detail dan NPC yang kadang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan cerita utama. Alhasil para gamer akan lebih sering muter-muter tanpa tujuan jika tidak berhasil memecahkan teka-teki.

sumber : soranews24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *