Gara-gara 1 penumpang batuk, Satu Gerbong Kereta berhenti darurat di Fukuoka

Batuk dalam Gerbong, Kereta Berhenti darurat

Dilansir dari halaman nishinippon pada tanggal 18 Februari 2020 yang lalu, sebuah gerbong kereta terpaksa berhenti darurat. Gerbong yang berada pada kereta westbound di jalur Nanakuma di kota Fukuoka, berhenti pada pukul 8 pagi, diduga karena salah seorang penumpang menekan tombol berhenti darurat. Melalui interkom yang ada di gerbong tersebut, orang yang memencet tombol berhenti darurat tersebut mengatakan “Ada orang yang batuk, dan dia tidak mengenakan masker”.

Aksi berhenti mendadak tersebut menyebabkan perjalanan kereta secara menyeluruh terganggu, kurang lebih selama tiga menit. Pada stasiun pemberhentian berikutnya, staff dari kereta tersebut menurunkan dua orang, yaitu orang yang batuk tanpa masker dan juga orang yang memencet tombol berhenti darurat.

Batuk Dalam Gerbong, Kereta Berhenti darurat
Batuk Dalam Gerbong, Kereta Berhenti darurat

Kekhawatiran terhadap coronavirus

Orang yang batuk tanpa masker tersebut menjelaskan, dirinya tidak menggunakan masker karena ketersediaan maskernya sempat habis. Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi pencurian masker di salah satu rumah sakit di Kobe, katanya. Akhirnya kedua belah pihak berdamai dan mereka pun melanjutkan perjalanan kerja mereka kembali.

Dengan adanya wabah coronavirus yang sedang merebak saat ini, bagi orang Jepang yang selalu bepergian dengan angkutan transportasi umum, hal itu bisa menjadi sangat-sangat tidak menyenangkan. Terlebih dengan belum jelasnya penyebaran informasi dikalangan masyarakat umum. Tindakan preventif yang bisa dilakukan mulai dari menggunakan masker ketika berada d iruangan publik, membersihkan tangan selalu dengan cairan pembersih.

Tanggapan netizen Jepang

Pihak kereta Fukuoka sendiri menyampaikan, kejadian ini baru pertamakali mereka alami. Sebuah kereta diberhentikan mendadak karena ada seseorang yang batuk tanpa menggunakan masker. Memang khawatir boleh saja, namun ketika sudah menjadi ketakutan dan fobia, maka bisa membentuk aksi-aksi yang diluar kendali. Para netizen di Jepang pun juga memberikan komentar mereka, beberapa merasa hal ini berlebihan, sedangkan yang lainnya merasakan ini adalah sebuah tindakan yang masih bisa ditolerir. Adapun komentar mereka yang paling populer adalah sebagai berikut;

  • Adu argumentasi dengan orang asing yang batuk-batuk adalah cara yang bagus untuk membiarkan air liurnya berterbangan
  • Agak dipahami kenapa orang itu ketakutan, melihat orang batuk-batuk tanpa masker di kereta
  • Memberhentikan kereta malah bikin waktu kamu bersama dengan orang batuk tersebut makin lama
  • Mereka berdua salah, Tangkap
  • Dia melaporkan penjahat degan senjata biologi, ya kan?
  • Harusnya bisa menggunakan sapu-tangan atau handuk kecil
  • Kenapa tidak dia memberikan masker kepada orang tersebut
  • Inilah masalah ketika kurangnya informasi
  • Korban berjatuhan dengan coronavius ini, jika ada yang batuk didekat ku, pasti kutonjok dia
  • Mereka harusnya membuat gerbong khusus pengguna masker
  • Seperti di film-film, kepanikan dimana-mana

Sumber : Soranews24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *