Jatah visa kunjungan 250 Turis Berlatar belakang Bisnis akan dibuka setiap hari

250 Turis Bisnis masuk Jepang Setiap hari

Semenjak Corona berlangsung, Negara Jepang telah membatasi akses masuk para pengunjung asing dari berbagai negara. Paling tidak ada 100 negara yang ditutup akses kunjungannya ketika hendak berkunjung ke Jepang, dan Indonesia sayangnya termasuk sebagai 1 dari 100 lebih negara itu. Semenjak akhir Mei 2020 kemarin, telah terjadi perbincangan dalam persiapan pembukaan akses masuk dari negara lain, dan di pertengahan Juni 2020 inilah Jepang akan membuka kembali pintu tersebut. Telah ditetapkan secara segera, 250 Turis Binis segera masuk Jepang Setiap hari.

Negara-negara yang dapat masuk ke wilayah Jepang tentu saja tidak sembarangan, setidaknya harus memiliki bebeapa tujuan khusus, seperti berbisnis misalnya. Setiap harinya orang-orang akan berusaha mendapatkan akses 250 kartu untuk masuk ke negeri yang terkenal dengan bunga sakura yang bersebaran.

Negara-negara yang dapat akses

Ke 250 orang tersebut direncakan adalah para turis dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Australia, dan juga Selandia Baru. Saat ini pihak Jepang sedang melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan masing-masing pemerintah dari negara tersebut. Salah satu alasan kenapa keempat negara tersebut dapat memperoleh izin masuk adalah karena Thailand, Vietnam, Australia, dan juga Selandia Baru telah dianggap berhasil dalam menaklukan persebaran covid-19 di daerah mereka.

Tentu saja protocol kesehatan yang sangat ketat tidak akan dilepaskan begitu saja. Jika Jepang mencabut larangan masuk bagi pelancong bisnis dari keempat negara, Jepang sudah pasti berencana untuk meminta para pelancong tersebut untuk menjalani tes PCR coronavirus sebelum berangkat ke Jepang untuk membuktikan bahwa mereka negatif. Mereka akan diuji lagi di karantina bandara ketika mereka tiba, tidak dijelaskan siapa yang akan menanggung biaya tesnya namun sepertinya akan ditanggung oleh masing-masing pelancong.

Karantina dan PCR Test

Jepang dapat membatalkan periode karantina mandiri dua minggu yang wajib bagi para pelancong bisnis yang mengajukan terlebih dahulu rencana untuk masa inap mereka di Jepang. Pengusaha Jepang yang mengunjungi negara lain di masa depan kemungkinan akan diminta untuk memberikan bukti bahwa mereka telah dites negatif terhadap virus corona juga, sama seperti para pelancong pada umumnya.

Pemerintah Jepang berencana untuk mendirikan pusat tes PCR untuk memenuhi peningkatan yang diharapkan dalam permintaan pengujian di antara pelancong bisnis. Pemerintah Jepang mengatakan bahwa beberapa pejabat di Australia dan Selandia Baru mengatakan masih terlalu dini untuk mengizinkan masuknya wisatawan Jepang ke negara mereka. Kira-kira Indonesia kapan ya bisa berkeliling kembali seperti dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *