Mabar di game Mobile, Wanita Cantik Shotacon Memperkosa Anak Usia 12 Tahun

Wanita Cantik Shotacon Memperkosa Anak 12 tahun

Kita kerap dihadapkan pada perkara pedophilia, di mana seseorang memiliki hubungan yang kuat dan berulang terhadap dorongan seksual dan fantasi tentang anak-anak prapuber. Namun pada bulan Agustus kemarin di Jepang, tepatnya di area Kagawa Prefecture terjadi sebuah kasus pemerkosaan terhadap dibawah umur, oleh seorang Wanita Cantik Shotacon terhadap anak anak usia 12 tahun.

Fenomena ini menyadarkan kita bahwa penyimpangan seksual juga terjadi pada wanita, yang kerap disebut dengan Shotacon. Shotacon atau Shōtarō Kompurekkusu adalah suatu istilah dalam Bahasa Jepang untuk menggambarkan ketertarikan pada anak lelaki di bawah umur hingga memiliki dorongan seksual dan fantasi yang berlebihan.

Shotacon Cantik Bertemu di Game

Media di Jepang Mengungkapkan seorang wanita muda berumur 23 tahun dari area pefektur Kagawayang bernama Rika Nagao, telah didakwa untuk kesalahannya sebagai kasus pemerkosaan dibawah umur setelah melakukan hubungan intim dengan anak kelas 6. Sang bocah laki-laki tersebut kerap ditemui main bersama secara daring di game “Knives Out”; sang pelaku menjanjikan akan menikahi sang anak lelaki jika mereka sudah dewasa

Wanita Cantik Shotacon
Wanita Cantik Shotacon

Hal lain yang agaknya lebih mencemaskan adalah, wanita ini ternyata telah memiliki dua anak, seorang anak perempuan berusia lima tahun dan seorang putra berusia tiga tahun.. Anak yang pertama kabarnya merupakan hasil “kecelakaan” dini saat masih bersekolah tingkat menengah yang mana sang pria juga masih sekolah saat itu.

Nagao awalnya mengunjungi kota asal bocah itu, Fukuoka dan membawanya ke hotel pada akhir Desember 2018 sebelum membawanya ke kota asalnya, Takamatsu pada bulan Januari. Dia dikatakan telah menggunakan pengalamannya sebagai orang dewasa untuk mengajarinya tentang bagaimana cara memberitahu ibunya sendiri tentang perjalanan keluar kota tanpa membuatnya khawatir. Selain pemerkosaan berdasarkan undang-undang, dia didakwa karena membuat pornografi anak setelah dia memaksanya untuk menciumnya di depan kamera.

Pemerintah Jepang sangat serius dalam menanggapi dan memerangi kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual dibawah umur yang kerap terjadi. Hal ini jugalah yang membuat pemerintah sangat berusaha menekan konten pornografi dengan tema anak-anak dibawah umur, baik itu berupa video, komik dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *