Olimpiade Tokyo Berakhir! Apakah Orang Jepang Senang Menjadi Tuan Rumah Olimpiade?【Survey】

Sulit untuk mengungkapkan betapa bahagia dan bersemangatnya suasana di Jepang ketika Tokyo terpilih menjadi kota tuan rumah Olimpiade 2020. Olimpiade Tokyo 1964 masih dianggap oleh masyarakat Jepang sebagai titik balik dalam sejarah mereka. Dampak Perang Dunia II membuat Jepang menarik diri dari dunia dan dilahirkan kembali sebagai anggota modern komunitas global. Pemilihan kota tuan rumah Olimpiade 2020 yang dibuat pada musim gugur 2013, kira-kira dua setengah tahun setelah gempa bumi dan tsunami Tohoku, Olimpiade Tokyo yang baru siap menjadi momen penyembuhan yang serupa. Sebagai Olimpiade pertama yang diadakan di sebuah negara yang booming karena budaya pop Jepang di seluruh dunia, banyak yang menantikan untuk menyambut atlet dan pengunjung dari seluruh dunia, serta penonton televisi yang tidak dapat melakukan perjalanan secara langsung.

Kemudian pandemi virus corona dimulai, membuat penundaan selama satu tahun. Jepang yang memiliki angka infeksi yang sangat rendah untuk negara dengan populasi besar yang terpusat di perkotaan, muncul kekhawatiran bahwa menjadi tuan rumah Olimpiade yang mana akan menjadi pertemuan atlet Internatonal, pers, dan para penggemar menimbulkan risiko bagi penduduk Jepang. Kekhawatiran ini kemudian berbalik karena administrasi vaksin di Jepang terbukti jauh lebih lambat daripada di banyak negara maju lainnya. Olimpiade Tokyo juga melihat potensi penyebaran yang akan menjadi wadah pada hal seperti pertukaran budaya dan ekonomi, tetapi Jepang tidak memanfaatkan itu, karena akses yang sangat dibatasi oleh kebijakan peringatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, “untuk tidak mengizinkan penonton di tempat-tempat kompetisi dan negara itu tetap tertutup untuk pariwisata internasional di seluruh Olimpiade.

Olimpiade Tokyo telah berakhir pada tanggal 8 Agustus, sekarang setelah semua medali telah diberikan dan api Olimpiade padam, apakah orang-orang Jepang berpikir bahwa itu semua sepadan? Hasil survei mengatakan bahwa sebagian besar mengakuinya, meskipun bentuk sentimennya jauh dari kata sempurna. Surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun melakukan riset penyuluhan, mengumpulkan jawaban dari responden nasional. Ketika ditanya “Apakah Anda senang Olimpiade diadakan?” 64% menjawab ya, 28% tidak, dan 8% sisanya tidak bisa menjawab.

Pertanyaan berikutnya, “bagaimana mereka akan menangani Olimpiade?”, 61% menyatakan mendukung keputusan untuk mengadakan acara tanpa kehadiran penggemar, sementara 12% mengatakan mereka akan mengizinkan “lebih banyak penonton,” meskipun tidak penuh untuk mengisi stadion dengan kapasitas maksimum. 25% masih percaya bahwa Olimpiade seharusnya dibatalkan secara langsung, yang sebenarnya 3% lebih rendah daripada kelompok yang mengatakan mereka tidak senang Olimpiade diadakan, hasil tersebut menyiratkan bahwa setidaknya beberapa responden mempermasalahkan cara spesifik Olimpiade tersebut dikelola sampai saat acara itu berlangsung.

25% juga jauh lebih sedikit dari 41% responden pada survei oleh Yomiuri Shimbun yang terpisah pada awal Juli yang mendukung pembatalan Olimpiade seluruhnya kurang dari satu bulan sebelum dimulainya Olimpiade. Mengenai mengapa angka-angka itu bergeser, kinerja yang kuat oleh para atlet Olimpiade Jepang kemungkinan menjadi faktor, karena mereka memenangkan 58 medali, termasuk 27 emas didalamya, keduanya merupakan rekor tertinggi bersejarah bagi Jepang. Selain itu, infeksi virus corona telah meningkat lebih baik sejak sesaat sebelum dimulainya Olimpiade, tidak ada wabah atau kelompok besar yang berhubungan dengan kontak langsung antara atlet internasional, jurnalis, staf Olimpiade, atau siapapun yang berkemungkinan berkontribusi pada perasaan “semuanya baik-baik saja, dan akhirnya baik-baik saja”.

Ketika ditanya “apakah mereka ingin Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade lagi?”, 57% responden menjawab ya, tapi itu 7% lebih sedikit daripada mereka yang senang Olimpiade 2020/2021 berlangsung, tetapi dengan panjangnya perjalanan dan naik turunnya semua intensitas hal-hal terkait lalu menuju dimulainya Olimpiade Tokyo, tidak terlalu mengejutkan bahwa masyarakat Jepang merasa bahwa sekali saja sudah cukup.

Sumber: Sora News 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *